Archive for November 2015
Makanan adalah unsur-unsur yang dibutuhkan oleh tubuh dan
setelah diserap akan menghasilkan energi yang berguna bagi kesehatan dan
kelangsungan hidup. Jenis makanan tradisional adalah makanan yang diolah dari
resep yang sudah dikenal masyarakat setempat dengan bahan-bahan yang diperoleh
dari sumber lokal yang memiliki cita rasa yang relatif sesuai dengan selera
masyarakat setempat. Banyak makanan tradisional yang berkhasiat bagi kesehatan.
Dilihat dari sifatnya yaitu mempunyai karakteristik sensori, bergizi, dan
mempunyai sifat psikologis berkhasiat bagi kesehatan, maka seharusnya banyak
makanan tradisional yang dapat dikategorikan sebagai makanan fungsional.
Perkembangan budaya, seiring dengan modernisasi
memberikan berbagai pengaruh terhadap perkembangan dan penerimaan makanan
tradisional oleh masyarakat. Pembauran budaya antar suku dan bangsa serta
mambaiknya keadaan ekonomi meningkatkan variasi panyajian makanan selain
makanan tradisional di meja keluarga Indonesia. Keadaan ini mengakibatkan
berkurangnya berkurangnya peran beberapa makanan tradisional yang mengarah pada
proses kepunahan. Jarang dipraktekkannya ritual kebudayaan untuk acara keluarga
mendorong semakin tidak dikenalnya lagi makanan tradisional yang terkait dengan
budaya oleh keluarga muda yang mengejar kepraktisa.
Jenis-jenis makanan tradisional pada umumnya tergolong mejadi
beberapa jenis, yaitu jenis pangan hewani, jenis sayur-sayuran, jenis
padi-padian, dan sebagainya. Tetapi yang kita bahas kali ini adalah makanan
tradisional jenis padi-padian, yaitu Lopes.
Lopes merupakan makanan tradisional berbahan dasar beras
atau beras ketan. Lopes selalu disajikan sebagai makanan pengganti nasi karena
terbuat dari padi-padian dan bisa juga sebagai jajanan tradisional. Dan lebih
enak disajikan disajikan dalam keadaan dingin atau tidak dalam keadaan panas.
Resep Lopes :
1. Beras
atau beras ketan 1 kg.
2. Kelapa 1
buah.
3. Gula aren
500 gr.
4. Daun pisang
secukupnya.
Cara membuatnya :
1. Kita
buat lopes dengan cara siapkan daun pisang dan bungkus beras atau beras ketan
dengan daun pisang tersebut berbentuk segitiga.
2. Kukus
beras atau beras ketan yang sudah di ungkus dengan daun pisang tadi, kemudian
tunggu sampai matang ( kira-kira membutuhkan waktu ± 1 jam ). Kemudian
didinginkan.
3. Parut
kelapa tersebut ( lebih enak jika menggunakan kelapa muda ).
4. Masak
gula aren dengan cara merebusnya ke dalam air kira-kira 1 – 2 liter, kemudian
tunggu hingga gula aren tersebut larut dan menjadi air gula aren.
Cara penyajiannya :
1. Buka
atau kupas daun pisang pada lopes yang telah masak dan sudah didinginkan
tersebut.
2. Kemudian,
sajikan beberapa buah di atas piring.
3. Lalu,
taburkan parutan kelapa di atas lopes tersebut secukupnya.
4. Setelah
itu, siram dengan air gula merah sampai merata.



